SEJARAH DESA

Administrator 19 Januari 2017 06:24:30 WIB

SEJARAH BERDIRINYA DESA WONOKARTO

KECAMATAN NGADIROJO

KABUPATEN PACITAN

 

 

ASAL MULA DESA WONOKARTO

Menurut legenda yang dituturkan oleh para pinisepuh (orang-orang tua), dikisahkan adanya seorang pendatang yang  bernama : KERTOONGSO dari Desa Tembayat di Zaman Kejaraan Mataram Islam, beliau datang ditempat ini (Wonokarto sekarang) yang pada waktu itu masih merupakan hutan belantara dan sedikit sekali penduduknya.

Sejak semula beliau menginjakkan kaki ditempat ini merasa betah dan krasan ditempat yang baru dan menetaplah beliau di Wonokarto sekarang. Berhubung tempat ini belum memiliki nama, maka diberilah nama dengan sebutan “ WONOKARTO”. Adapun nama tersebut dikaitkan dengan “WONO” yang berarti hutan/tempat, yaitu waktu pertama kali beliau datang masih merupakan hutan sedangkan “KARTO” yang berarti sejahtera. Jadi apabila diartikan secara harfiah nama “WONOKARTO” berarti hutan/tempat yang dapat memberikan kesejahteraan.

Kemudian “KERTOONGSO” sendiri wafat di Desa Wonokarto ini, dan dimakamkan di Pucangan Dusun Sobo (yang sekarang masuk Desa Wonosobo) dan sampai saat ini makam tersebut masih dirawat dan dipelihara dengan baik serta dikeramatkan oleh penduduk wonokarto.

b.Riwayat Desa Wonokarto

                Kiranya semua ini harus terjadi hanya atas kehedak Allah semata. Demikian pula mengenai perkembangan sejarah Desa Wonokarto dari tahun ke tahun.Pada mulanya Desa Wonokarto merupakan bagian dari Desa Ketro Wilayah Kecamatan Tulakan. Oleh karena Desa Wilayah Ketro saat ini terlalu luas Demikian pula mengenai laju pertambahan penduduknyapun meningkat, sehingga pada tahun 1898 di pecah Desa Ketro yang termasuk wilayah kec Tulakan tersebut menjadi 2 (dua) wilayah desa yaitu Desa Ketro itu sediri dan Desa Wonokerto yang sekarang. Untuk Desa Ketro tetap masih menaung dalam wilayah Kec.Tulakan sedang Desa Wonokarto dimasukan dalam wilayah Kec.Ngadirojo.

               

 

 

Sejak berdiri Desa Wonkarto pada tahun 1898 sudah mengalami pergantian 9 (sembilan ) Kepala Desa. Untuk jelasnya berikut ini kami sampaikan urutanya:

No

Nama kepala Desa

Lama Menjabat

Tempat Tinggal

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Sonokromo Alm

Sonodikromo Alm

Poncodikromo Alm

Sokarmo Alm

Karmosentono Alm

Kasan Mustaram Alm

Padmoharjo   Alm

Joko Priyono

Hadi suyono.S.SOs

3 bulan

7 bulan

9 tahun

16 tahun

3 tahun

23 tahun

39 tahun

16 tahun

Mulai thn 2007

s/d sekarang

Miri – Wonokarto

Kampir – Wonokarto

Sobo  - Wonokarto

Kepuh – Wonokarto

Sobo – Wonokarto

Ngemplak –Wonokarto

Krajan – Wonokarto

Krajan – Wonokarto

Kasri - Wonokarto

Wafat

Mohon berhenti

Diberhentikan

Diberhentikan

Dibehentikan

Berhenti lansia

Habis masa jabatan

Habis masa jabatan

Kepala Desa Sekarang

                Dengan demikian Kepala Desa yang sekarang merupakan Kepala Desa yang ke-9 (Sembilan)

Pada tahun 2007 Desa Wonokarto telah dimekarkan menjadi 3 (tiga) desa Yaitu ;

                a,Desa  Wonokarto (Desa Induk)

                b.Desa Wonosobo  (Desa Pemekaran )

                c. desa Wonoasri (Desa Pemekaran)

Ketiga Desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

C.Latar Belakang Perkembangan Desa Wonokarto

                Sejarah mencatat bahwa keadaan kehidupan dan adat kebiasaan masyarakat Desa Wonokarto sebelum tahun 50 –an jabatan Kepala Desa Masih yang terdahulu kurang teratur.

Maka tidak musthail jika kebudayaan yang mengarah pada sasaran negative MOLIMO atau 5M Yaitu  :

                _   Minum –minuman keras

                _   Main atau judi

                _   Madat atau menghisap candu

                _    Madon atau main perempuan

-          Maling

 

Kebudayaan tersebut diatas tahun 50-an berkembang dan tumbuh subur di desa Wonokarto. Demikian pula mengenai kesenian tayub yaitu menari bersama teledek yang berpenampilan melampau batas. Pembunuhan sering kali terjadi di Desa wonokarto pada saat itu,serta telah mencuri kehidupan,kebudayaan masyarakat.Ketenangan masyarakat benar 0- benar terganggu,tekanan- tekanan baik fisik maupun batin menghimpit kehidupan rakyat yang tidak berdaya.

Pada segi perekonomian jelas dapat digambarkan betapa porak – poranda nya saat itu dan dengan sendirinya pembangunan terpikir dan tersirat dalam pemikiran desa dikala itu.Hal tersebut diatas bukanlah merupakan dongen gan yang mengada ada dan menjelekkan martabat serta kepemimpinan desa masa itu,namun memang demikianlah keadaan yang sebenarnya telah terjadi di Desa Wonokarto. Keadaan semacam itu kiranya tidak saja dialami oleh Desa Wonokarto sendiri mungkin bagi desa –desa yang lain pada waktu itupun pernah mengalami masa kepahitan seperti di Desa Wonokarto . Pendek kata kehidupan masyarakat Desa wonokarto dimasa itu benar – benar suram baik dibidang perekonomian ,Pembangunan ,pendidikan belum terpikirkan . Atas rahmat Allah yang maha Kuasa setelah kepemimpinan Desa Wonokarto dipegeng oleh Bapak PADMOHARJO (Kepala Desa yang ke-7)keadaan mulai Nampak membaik.Kiranya perlu kami tambahkan disini,bahwa semenjak pertama kali Bapak PADMOHARJO memegang puncak kepemimpinan di Desa Wonokarto (tahun 50-an)  Kondisi alamnya masih gundul dan gersang sampai mencari rumputpun sulit.Dibanding pendidikan dan pengetahuan boleh dikatakan masih NOL BESAR,betapa tidak,penduduk Desa Wonokarto saat itu yang sudah biasa membaca dan menulis baru 12 orang saja.Kebudayaan MOLIMO berangsur – angsur terkikis dan alkamdulillah kebudayaan adat-Istiadat yang menyimpang dari norma sosila dan agama tersebut sekarang benar – benar telahhilang dari bumi WONOKARTO PERSATUAN yaitu Desa Wonokarto,Desa Wonoasri, Desa Wonosobo dan tinggalah sekarang ini dongengan belaka.

Untuk mengantisipai memanglah berat,karena Bapak PADMOHARJO harus bangkit untuk menggugah masyarakat Wonokarto Persatuan guna melepaskan diri dari himpitan kehidupan yang tidak teratur,demi tercapainya kehidupan dan penghidupan yang yang sesuai dengan harapan dari   “ KERTOONGSO “ yaitu suatu tempat yang dapat memberikan kesejahteraan.

 

 

 

  1. A.     ANDIL WONOKARTO DIMASA PERJUANGAN

PANGLIMA BESAR JENDRAL SUDIRMAN

Kiranya benar pula pepatah yang mengungkapkan bahwa  ‘’mungkin didalam lumpur yang hitam dan kotor ,masih terdapat mutiara didalamnya’’ Demikian puka halnya dengan Wonokarto dimana pada tahun 50-an keadaanya masih gundul , kering kerontang, kehidupan masarakat saat itu menyedihkan ,kekurangan makan dan serangan HO , tak terhindarkan lagi , namun dilain fihak Bapak Jendral Soedirman yang pada waktu itu memakai nama samara “ ABDULLAH LELONO PUTRO “ beseru rombongan (Pengawalnya) pernah menetap di Desa Wonokarto dan dijadikan markas dalam perjuangan melawan Belanda di tahun 1949.

            Pak Jendral Soedirman dan pengawalnya dating di Desa Wonokarto pada tanggal,22 Februari 1949,pertama –tama beliau datang dirumah Bapak Martoutomo yang pada waktu itu menjabat sebagai Kamituwo di Dusun Sobo Desa Wonokarto (sekarang DusunKepuh Desa Wonosobo).

Beliau menetap selama 6 (enam) hari dan pada tanggal, 28 Pebruari 1949 markas dipindahkan dirumah Bapak Kasan Mustaram (Kepala Desa ) yang juga merupakan ayah dari Bapak Padmoharjo Kepala Desa Ke -7,selama 31(Tiga Puluh Satu ) hari. Jadi Bapak Jendral Soedirman menetap di Desa Wonokarto selama 37 ( Tiga Puluh Tujuh) hari lamanya.

            Dengan para pengawalnya antara lain :

1. BAPAK NOOLY COKROPRANOLO

2. BAPAK SUPARDJO RUSTAM

3. BAPAK KOLOPAKING

4. BAPAK BAMBANG SUMADIO

5. BAPAK LUBIS

6. BAPAK MUSTOFA dan lainnya.

Beliau banyak memberikan petuah – petuah baik kepada Kepala Desa Ngadelan Padmoharjo yang pada waktu itu  menjabat sebagai Keputungan juga kepada masyarakat Dusun sobo ( Desa Wonosobo sekarang ) khususnya dan masyarakat Desa Wonokarto benar – benar membantu sepenuhnya bagi perjuangan bapak Jendral Soedirman dalam usahanya menyingkirkan Kolonialisme Belanda  dari bumi Indonesia tercinta.

Bantuan yang di sumbangkan oleh masyarakat Wonokaeto Persatuan tidak saja material namun lebih dari itu yaitu menyimpan rahasia dimana masyarakat Womokarto Persatuan tidak pernah ada yang memberitahukan  bahwa bahwa Pak Dirman saat itu berada di Desa Wonokarto. Mereka benar-benar diam seribu bahasa demi kelangsungan perjuangan khususnya keselamatan Pak Dirman dan para pengawalnya. Di sinilah ternyata didapatkan mutiara yang terpendam didalam Lumpur.

            Wejangan-wejangan yang di berikan Pak Dirman kepada Pak Ngadelan Padmohardjo yang waktu itu masih keputungan benar-benar memberikan sugesti dan dampak yang kuat pada pak Ngadelan Padmohardjo. Pada waktu itu Pada waktu itu Pak Dirman akan meneruskan perjuangannya dan meninggalkan Desa Wonokarto ini, beliau sempat meninggalkan sepucuk surat kepada Ngadelan Padmohardjo khususnyasurat tersebut bukanya sembarang surat namun ternyata adalah   SURAT WASIAT  Yang berbunyi antara lain sebagai berikut :

             “ LE SUK DJAMAN ACHIR, SENADJAN SEDINO SEWENGI ANA LINDU KAPING PITU, PADA TETEP TEGUH GONMU GONDDELAN WATON, WATON KITO SAK WISE MERDIKO JOIKU, UNDANG- UNDANG DASAR NEGORO INDONESIA LAN PONTJOSILO”, ( NANDA BESUK DI AKHIR JAMAN, WALAUPUN SEMALAM ADA GEMPA BUMI TUJUH KALI, NAMUN TETAPLAH  BERPEGANG PADA SATU KETENTUAN, PEGANGAN KITA SETELAH MERDEKA ADALAH UNDANG – UNDANG DASAR NEGARA DAN PANCASILA).

            Selanjutnya mengenahi rumah yang di tempati Pak  Dirman dan pengikutnya sekarang masih di rawat dan di pelihara. Yang terletak diDusun Krajan Desa Wonokarto sejauh  kurang lebih 2 Km dari Ibu Kota DesaWonokarto sekarang.Bilik dari kayu  yang terukir, meja, kursi, lampu gantung dan duplakan yaitu tempat lampu  dengan bahan bakar  minyak kelapa dan terbuat dari batu,telah dibawa ke Jakarta dan disimpan di MUSIUM JUANG JAKARTA.

Sedangkan rumah bekas Pak Dirman tersebut oleh Kepala Desa dan Masyarakat Desa Wonokarto sekarang dijadikan museum mini Desa Wonokarto yang didepannya didirikan Patung Pak Dirman berdiri dengan latar belakang cuplikan surat wasiatnya.

            Wejangan dan surat Wasiat dari Pak Dirman itu merupakan pegangan kuat bagi diri pribadi Bapak Padmoharjo dalam membawa masyarakat Desa Wonokarto menuju kehidupan yang layak dalam peri kehidupan yang sejahtera lahir maupun batin.

 

Komentar atas SEJARAH DESA

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Wonokarto

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung